5:32:00 PM

2 orang saudara kembar Arman dan Arnold memiliki karakter yang jauh berbeda. Arman memiliki karakter yang baik, setia, dan penuh kasih. Sedangkan Arnold memiliki watak yang jahat, pemarah, dan pendendam. Dalam perjalanan hidupnya, Arman berprofesi sebagai hakim. Sedangkan Arnold menjadi pengangguran dan hidupnya luntang-lantung.

Pada suatu hari, Arnold terlibat sebuah tindakan kriminalitas perampokan disertai dengan pembunuhan yang keji. Karena kelihaian polisi, ia akhirnya ditangkap. Setelah proses pemeriksaan selesai, pengadilan pun digelar. Tanpa diduga sebelumnya, ternyata hakim yang memimpin persidangan adalah Arman saudara kembar Arnold. Sebagai penegak hukum yang jujur, Arman harus bertindak adil. Akhirnya Arnold divonis hukuman mati.

Di dalam sel, Arnold sedang merenungi nasibnya. Besok pagi-pagi benar eksekusi akan dilaksanakan. Tiba-tiba terdengar bunyi langkah seseorang. Arman! Arnold segera membuang muka. Ia merasa kecewa dengan saudara kembarnya yang telah memvonisnya dengan hukuman mati.

"Apa yang kamu lakukan di tempat ini Bapak Hakim? Apakah Anda belum puas dengan vonis yang Anda jatuhkan?" kata Arnold dengan suara berat.
"Kamu jangan salah sangka. Aku datang ke sini untuk menggantikan posisimu!" jawab Arman.
"Maksudmu?"
"Aku mengajakmu bertukar tempat. Wajah kita mirip. Tidak akan ada orang yang mencurigaimu. Segeralah lepas pakaianmu dan kenakan pakaianku. Setelah itu keluarlah dari sel ini. Aku rela menerima hukuman dengan menggantikan posisimu."
"Mengapa kamu lakukan ini padaku?"
"Karena aku mengasihimu!"



Pagi-pagi benar eksekusi dilaksanakan. Arman yang menggantikan kedudukan Arnold mati di depan regu tembak.

Itulah harga sebuah kasih.



Kasih persaudaraan begitu besar dan erat. Kasih memampukan kita untuk mau berkorban bagi orang yang kita kasihi.

0 Responses to "Harga Sebuah Kasih"

Posting Komentar

  • Website counter

    Categories

    About Me

    Followers